Senin, 22 November 2010

CARA MEMBUAT HOTSPOT DAN PERALATANNYA


Hotspot atau tempat yang menyediakan layanan akses Internet dengan menggunakan wireless memang sudah sangat banyak. Hal ini disebabkan banyaknya perangkat yang telah dilengkapi dengan teknologi wireless, sehingga tren penggunaannya pun semakin tinggi.Artikel ini akan membahas hal-hal penting yang perlu Anda ketahui untuk menyediakan layanan hotspot. Hal yang dibahas memang relatif sederhana sehingga bisa diikuti oleh pemula sekalipun (asalkan sudah memiliki dasar-dasar jaringan). Di akhir artikel, akan juga akan membahas salah satu alat yang cukup praktis untuk digunakan sebagai hotspot gateway.


1. Tentukan konsep hotspot Anda

Konsep hotspot ini merupakan awal yang sangat penting untuk Anda tentukan. Apakah hotspot Anda nantinya akan dapat digunakan secara gratis atau harus membeli voucher tertentu? Anda harus menentukan hal dasar ini terlebih dahulu karena akan menyangkut perencaaan infrastruktur hotspot itu sendiri.

Alternatif yang biasa dipilih adalah memberikan waktu trial khusus secara gratis selama beberapa waktu (satu atau dua bulan pertama). Selanjutnya, pengunjung harus membayar atau membeli voucher sebelum bisa mengakses hotspot Anda. Kadang kala, ada beberapa tempat yang memang sengaja memberikan layanan Wi-Fi hotspot secara gratis. Namun, Anda harus berbelanja (atau memesan makanan) selama mengakses hotspot tersebut.

2. Akses Internet yang cukup cepatHal pertama yang harus Anda miliki adalah akses Internet. Akses Internet ini pada umumnya menggunakan layanan broadband dengan kecepatan yang cukup tinggi (128 Kbps atau lebih), tergantung target jumlah pengunjung yang akan mengakses layanan hotspot ini.

3. Membuat hotspot tanpa billingBagian ini akan membahas singkat mengenai cara pembuatan hotspot gratis (tanpa sistem billing tertentu).

Secara umum, sistem hotspot gratisan tidaklah berbeda jauh dengan sistem Wi-Fi di rumah yang saat ini mulai banyak digunakan. Anda hanya perlu beberapa alat untuk membuat jaringan seperti ini.

Alat pertama yang harus Anda miliki tentunya adalah modem. Modem ini harus disesuaikan dengan jenis koneksi Internet yang Anda gunakan (ADSL, Cable, dan lainnya).

Selanjutnya, Anda juga harus memiliki sebuah router yang akan berfungsi sebagai gateway. Router inilah yang akan mengatur semua koneksi dari client ke Internet. Sebaiknya, Anda membeli router yang telah dilengkapi dengan fungsi Access Point terintegrasi. Jika Anda membeli router yang tidak memiliki fungsi Access Point, maka Anda juga harus membeli Access Point terpisah.

4. Membuat hotspot dengan billingMembuat hotspot dengan billing memang lebih rumit dibandingkan dengan tanpa billing. Sistem yang umum digunakan adalah dengan menggunakan voucher generator yang secara otomatis akan dibuat oleh sistem. Hampir semua vendor wireless besar sudah memiliki sistem ini.

Sistem ini umumnya bisa bekerja secara independen. Ia memiliki fungsi router/gateway dan juga Access Point (Anda tetap harus membeli modem). Sistem billing dan voucher generator-nya telah terintegrasi. Biasanya, ia juga memiliki keypad (untuk menentukan jumlah voucher yang dibeli) dan printer (untuk mencetak voucher). Sistem ini hanya perlu dikonfigurasi saat awal via PC, selanjutnya semua operasi sistem bisa bekerja secara independen. PC hanya dibutuhkan untuk melakukan perubahan konfigurasi saja.

5. Konfigurasi akses InternetInfrastruktur jaringan yang harus dibuat pada dasarnya cukup sederhana. Dasarnya, untuk koneksi ke Internet akan dibutuhkan modem. Dari modem, koneksi akan dimasukkan ke router atau gateway. Selanjutnya, dari router koneksi baru dibagi ke client via koneksi kabel ataupun wireless (via Access Point).

Hampir semua alat sejenis bisa dikonfigurasi via jaringan dari PC client. Syarat utamanya adalah IP dari client harus satu segmen dengan IP dari perangkat yang ingin dikonfigurasi. Anda bisa mencari informasi ini di buku manual perangkat Anda.

Proses konfigurasi awal yang biasanya harus dilakukan adalah melakukan koneksi ke Internet via modem. Salah satu port pada router (port WAN) biasanya harus dihubungkan ke modem. Selanjutnya, proses konfigurasi biasanya dilakukan via interface web based yang disediakan oleh router Anda.

6. Masalah DHCP serverSetelah jaringan sukses terkoneksi, maka Anda harus mengaktifkan DHCP server. DHCP server ini berguna untuk memberikan IP secara otomatis kepada setiap user. Cara ini memudahkan pengunjung untuk mengakses hotspot Anda (khususnya untuk sistem free tanpa login). Namun, cara ini bisa juga memberikan lubang keamanan karena Anda lebih sulit untuk mengendalikan pengunjung yang mengakses hotspot.

Menurut CHIP, jalan terbaik sebenarnya tergantung Anda sendiri. Untuk Anda yang menerapkan sistem free (tanpa voucher), tidak mau repot dengan pengaturan IP, dan tidak keberatan hotspot diakses oleh banyak orang, maka mengaktifkan DHCP adalah jalan terbaik. Batasi jumlah client yang akan diberikan IP oleh DHCP (misal 10 client). Dengan begitu, jumlah pengunjung yang bisa mendapatkan IP hanya maksimal 10 client saja.

Jika Anda mau lebih selektif, maka DHCP boleh dinonaktifkan. Setiap user yang akan mengakses hotspot harus terlebih dahulu meminta informasi alamat IP dari Anda selaku pemilik hotspot.

Bagi Anda yang menerapkan sistem login/voucher, maka DHCP server boleh diaktifkan. Soalnya, user tidak akan bisa mengakses Internet tanpa username dan password yang benar dari voucher, walaupun ia telah mendapatkan IP dari DHCP server.

7. Memantau statistik userHal ini hanya perlu dilakukan oleh Anda yang menggunakan sistem login. Masuklah ke router dan cari menu “Account Table� atau sejenisnya. Di sana, Anda bisa menemukan username dan password yang di-generate oleh sistem.

Informasi yang lebih detail seperti lama login, sisa waktu login, dan jumlah uang yang dibayarkan juga bisa dilihat. Pastikan saja bahwa tidak ada kejanggalan di sini. Setiap kejanggalan sebaiknya segera diperiksa lebih detail.

8. Enkripsi yang tepatJaringan wireless tanpa enkripsi sangatlah tidak aman. Oleh sebab itu, aktifkan fungsi enkripsi setidaknya WEP 64 atau 128 bit. Perlu diperhatikan bahwa dengan aktifnya enkripsi maka proses zero configuration akan sulit untuk dilakukan. User harus memasukkan enkripsi yang sesuai sebelum bisa login ke dalam hotspot.

9. Client yang ingin mengaksesTidak semua client memiliki kepandaian yang setara. Apalagi untuk kawasan hotspot yang tidak zero config (membutuhkan pengaturan/konfigurasi tambahan). Oleh karena itu, Anda selaku pemilik hotspot harus bisa menyediakan informasi yang jelas agar user bisa login dengan mudah.

Beberapa konfigurasi pengaturan seperti alamat IP (untuk hotspot tanpa DHCP server), metode enkripsi, sampai pemilihan Access Point (untuk area yang memiliki beberapa hotspot), harus diinformasikan dengan jelas kepada calon pengguna. Setidaknya, Anda menyediakan satu atau dua petugas yang mengerti teknis konfigurasi client hotspot. Konsumen yang kecewa dapat dengan mudah meninggalkan tempat Anda dan mencari hotspot lain yang lebih informatif.

Minggu, 21 Maret 2010

Belajar Jaringan

Pembahasan peer to peer

1.1 Alat dan Bahan

Perangkat keras atau hardware selalu dibutuhkan pada setiap hal yang berkaitan dengan komputer. Dalam hal ini, komputer juga disebut perangkat keras. Dalam membangun sebuah jaringan, dibutuhkan perangkat keras khusus yang berhubungan dengan kebutuhan jaringan yang akan dibangun. Adapun perangkat-perangkat keras tersebut yang dibutuhkan:

Kartu LAN atau NIC (Network Interface Card)

Kartu LAN atau NIC (Network Interface Card) merupakan perangkat keras yang sangat dibutuhkan untuk menghubungkan antara komputer satu dengan komputer lain. Dalam pemakaiannya, kartu LAN akan selalu dipasang pada motherboard. Kartu LAN memiliki bentuk slot PCI ataupun ISA dan ada juga yang telah menyatu pada motherboard. Kartu LAN yang menyatu pada motherboard sering disebut kartu LAN on board. Kartu LAN dibagi menjadi tiga berdasarkan kecepatan akses yang dimiliki, diantaranya kecepatan 10 Mbps, 100 Mbps dan 10/100 Mbps. Kartu LAN biasanya memiliki slot RJ-45-Female dan slot BNC-Female.

Kabel UTP

Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan antara komputer satu dengan komputer lain dengan menggunakan port RJ-45 Kabel UTP dapat digunakan untuk membangun jaringan LAN. kabel UTP memiliki empat pasang (8 buah) kabel baja yang dipilin oleh jaket dengan bahan karet. Kabel UTP dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan kecepatan yang dimiliki. Jenis pertama adalah kabel UTP biasa yang memiliki kecepatan 10 Mbps dan jenis kedua adalah kable UTP kategori 5 yang memiliki kecepatan 100 Mbps. Adapun cara memasang kabel UTP pada RJ-45 akan dijelaskan pada bagian 2.2.

kabel1.jpg

kabel1.jpg

Konektor RJ-45

Konektor RJ-45 adalah konektor yang dipasang pada kabel UTP. Cara pemakaiannya ialah dengan memasukkannya pada lubang port RJ-45 yang ada pada kartu LAN. Secara fisik, bagian ujung dari konektor ini memiliki 8 buah pin berbentuk kawat baja. Kawat ini digunakan untuk mengunci serat kable UTP yang dimasukkan pada konektor.


1.2 Langkah Kerja

Pastikan kartu LAN sudah terinstall. Bila kartu LAN belum terinstall, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Siapkan driver yang sudah tersedia

2. Masukkan driver ke dalam PC yang sudah terpasang kartu LAN

3. Lakukan penginstalan sesuai prosedur

Jika RJ-45-Female telah terpasang pada motherboard yang biasa dinamakan on board, driver RJ-45 tersebut berada pada driver motherboard. Jadi dapat melakukan penginstalan dengan menggunakan driver motherboard tersebut.

Teknik Pemasangan Kabel RJ-45

Untuk pemasangan kabel UTP pada port RJ-45, tidak boleh menggunakan urutan warna sembarangan. Untuk penggunaan tertentu, ada yang menggunakan urutan warna yang berbeda karena sudah menjadi aturan. Apabila aturan itu diabaikan, maka koneksi akan gagal atau kurang maksimal.

Cara pemasangan jaringan dibagi menjadi dua, terutama untuk jaringan dengan media transmisi kabel UTP, yaitu model straight (sejajar) dan cross over (silang).

1. Model Straight

Model sejajar atau straight merupakan model pemasangan kabel yang sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Model pemasangan kabel ini akan berguna apabila menggunakan terminal berupa switch atau hub. Bila akan memasang jaringan dengan kapasitas komputer lebih dari dua unit dan kabel yang akan dipakai adalah jenis UTP, maka harus menggunakan terminal berupa hub maupun switch dan memasang kabel UTP pada port RJ-45 secara sejajar. Berikut adalah susunan warna yang sama baik di ujung yang satu dengan yang lainnya.

2. Model Cross Over

Pemasangan kabel dengan cara silang atau cross over digunakan untuk menghubungkan 2 komputer dengan media transmisi kabel UTP dan port RJ45. Pada pemasangan silang, urutan kabel yang disilang hanya pada nomor 1, 2, 3, dan 6. Penyilangan tersebut disebabkan karena total kabel yang digunakan dalam RJ-45 hanya 6 pin kabel. Bila akan hendak memasang dua unit komputer dalam satu jaringan dengan terminal tidak berupa hub atau switch, maka harus memasang kabel dengan sistem silang. Berikut adalah susunan warna yang berbeda pada ujung yang satu dengan yang lain.


Setelah terpasangnya kabel UTP pada konektor RJ-45, masukkan RJ-45-Male pada slot RJ-45-Female yang telah terpasang pada PC. PC akan memberikan tanda jika kabel telah terkoneksi secara baik dengan PC lain.

Menghubungkan Komputer Pada Jaringan

Berikut urutan langkah untuk menghubungkan komputer dalam jaringan:

1. Masuk Jendela Network

Untuk masuk ke dalam halaman Network, sebelumnya harus masuk ke halaman Control Panel terlebih dahulu. Pada halaman tersebut terdapat berbagai bagian pengelolaan sistem. Berikut langkah-langkah untuk masuk ke jendela network:

1. Masuklah pada desktop, klik Start

2. Pilih menu Settings

3. Klik menu Control Panel, maka akan dihadapkan halaman utama pada Control Panel

4. Setelah itu, klik pada icon Network and Internet Connection dan klik kembali pada icon Network Connection

5. Klik kanan pada Local Area Connection, lalu pilih Properties

2. Memasang Internet Protocol (IP) Address

Setiap komputer harus diberikan alamat pengenal terhadap protokol yang ada agar dapat berhubungan dengan komputer lain dalam jaringan. Perhatikan beberapa langkah berikut:

1. Setelah masuk ke dalam halaman Local Area Connection Properties, pilih menu Internet Protokol (TCP/IP) yang ada pada kolom daftar koneksi.

2. Masuklah ke dalam halaman TCP/IP Properties dengan mengklik tombol Properties

3. Selanjutnya, setting-lah nomor IP dan subnet mask-nya

4. Apabila telah selesai, klik tombol OK

5. Restart komputer untuk mendapatkan hasilnya

3. Mengetes Konfigurasi Jaringan

Setelah komputer mengalami restart, dan IP serta IP address telah terpasang dengan benar, bisa dipastikan komputer telah terhubung dengan komputer lain dalam jaringan. Pemberian nomor IP harus dibedakan antara komputer yang satu dengan yang lain dalam satu jaringan. Jika tidak komputer tidak akan dapat saling berhubungan. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengetes konfigurasi jaringan:

1. Klik Start, kemudian pilih Run

2. Tuliskan “ping

3. Klik OK apabila telah selesai

4. Apabila pemasangan alamat IP benar, komputer akan memberikan pesan “Replay from...”. Sebaliknya bila gagal akan memberikan pesan “Request timed out.”

4. Mengetes Hubungan Jaringan Lain

Setelah pengetesan konfigurasi jaringan pada komputer lokal dilakukan dengan hasil yang menyatakan berhasil, selanjutnya adalah melakukan pengetesan IP komputer lain. Ketiklah pada jendela Run “ping ”, maka komputer akan memberikan pesan “Replay from...”.

5. Memasang Workgroup

Workgroup adalah nama kelompok di dalam sebuah jaringan. Pengelompokkan tersebut akan mempermudah dalam pengorganisasian jaringan komputer dalam jaringan. Untuk membuatnya ikuti langkah-langkah berikut:

1. Klik kanan pada desktop My Computer, kemudian pilih Properties, maka akan masuk pada jendela System Properties

2. Pad jendela tersebut, aktifkan tab Computer Name

3. Untuk melakukan penggantian nama workgroup dan nama komputer, klik tombol Change, setelah dirubah kemudian klik OK

1.4 Kegunaan Jaringan Peer to Peer

Jaringan peer to peer dapat dimanfaatkan sebagai media transfer data atau pertukaran data antarkomputer yang terhubung. Hal ini biasa disebut sharing. Sharing merupakan sebuah kemampuan sistem untuk dapat berbagi data antarkomputer dalam jaringan. Ini menggunakan fasilitas Printer and Sharing. Caranya adalah sebagai berikut:

1. Bukalah program Windows Explorer

2. Klik salah satu folder yang diinginkan untuk diberikan pada komputer jaringan. Kemudian klik kanan, selanjutnya pilih menu Sharing and Security

3. Perhatikan pada kolom Network and Sharing Security. Aktifkan check box yang bertuliskan Share this folder on the network

4. Bila orang lain diperbolehkan untuk merubah, membaca, bahkan menghapus folder tersebut, dapat mengaktifkan check box yang bertuliskan Allow network users to change my files

5. Klik tombol Apply untuk menerapkannya pada sistem dan klik tombol OK apabila telah selesai

Pembahasan pear

1.1 Alat dan Bahan

Perangkat keras atau hardware selalu dibutuhkan pada setiap hal yang berkaitan dengan komputer. Dalam hal ini, komputer juga disebut perangkat keras. Dalam membangun sebuah jaringan, dibutuhkan perangkat keras khusus yang berhubungan dengan kebutuhan jaringan yang akan dibangun. Adapun perangkat-perangkat keras tersebut yang dibutuhkan:

Kartu LAN atau NIC (Network Interface Card)

Kartu LAN atau NIC (Network Interface Card) merupakan perangkat keras yang sangat dibutuhkan untuk menghubungkan antara komputer satu dengan komputer lain. Dalam pemakaiannya, kartu LAN akan selalu dipasang pada motherboard. Kartu LAN memiliki bentuk slot PCI ataupun ISA dan ada juga yang telah menyatu pada motherboard. Kartu LAN yang menyatu pada motherboard sering disebut kartu LAN on board. Kartu LAN dibagi menjadi tiga berdasarkan kecepatan akses yang dimiliki, diantaranya kecepatan 10 Mbps, 100 Mbps dan 10/100 Mbps. Kartu LAN biasanya memiliki slot RJ-45-Female dan slot BNC-Female.

Kabel UTP

Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan antara komputer satu dengan komputer lain dengan menggunakan port RJ-45 Kabel UTP dapat digunakan untuk membangun jaringan LAN. kabel UTP memiliki empat pasang (8 buah) kabel baja yang dipilin oleh jaket dengan bahan karet. Kabel UTP dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan kecepatan yang dimiliki. Jenis pertama adalah kabel UTP biasa yang memiliki kecepatan 10 Mbps dan jenis kedua adalah kable UTP kategori 5 yang memiliki kecepatan 100 Mbps. Adapun cara memasang kabel UTP pada RJ-45 akan dijelaskan pada bagian 2.2.

kabel1.jpg

kabel1.jpg

Konektor RJ-45

Konektor RJ-45 adalah konektor yang dipasang pada kabel UTP. Cara pemakaiannya ialah dengan memasukkannya pada lubang port RJ-45 yang ada pada kartu LAN. Secara fisik, bagian ujung dari konektor ini memiliki 8 buah pin berbentuk kawat baja. Kawat ini digunakan untuk mengunci serat kable UTP yang dimasukkan pada konektor.


1.2 Langkah Kerja

Pastikan kartu LAN sudah terinstall. Bila kartu LAN belum terinstall, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Siapkan driver yang sudah tersedia

2. Masukkan driver ke dalam PC yang sudah terpasang kartu LAN

3. Lakukan penginstalan sesuai prosedur

Jika RJ-45-Female telah terpasang pada motherboard yang biasa dinamakan on board, driver RJ-45 tersebut berada pada driver motherboard. Jadi dapat melakukan penginstalan dengan menggunakan driver motherboard tersebut.

Teknik Pemasangan Kabel RJ-45

Untuk pemasangan kabel UTP pada port RJ-45, tidak boleh menggunakan urutan warna sembarangan. Untuk penggunaan tertentu, ada yang menggunakan urutan warna yang berbeda karena sudah menjadi aturan. Apabila aturan itu diabaikan, maka koneksi akan gagal atau kurang maksimal.

Cara pemasangan jaringan dibagi menjadi dua, terutama untuk jaringan dengan media transmisi kabel UTP, yaitu model straight (sejajar) dan cross over (silang).

1. Model Straight

Model sejajar atau straight merupakan model pemasangan kabel yang sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Model pemasangan kabel ini akan berguna apabila menggunakan terminal berupa switch atau hub. Bila akan memasang jaringan dengan kapasitas komputer lebih dari dua unit dan kabel yang akan dipakai adalah jenis UTP, maka harus menggunakan terminal berupa hub maupun switch dan memasang kabel UTP pada port RJ-45 secara sejajar. Berikut adalah susunan warna yang sama baik di ujung yang satu dengan yang lainnya.

2. Model Cross Over

Pemasangan kabel dengan cara silang atau cross over digunakan untuk menghubungkan 2 komputer dengan media transmisi kabel UTP dan port RJ45. Pada pemasangan silang, urutan kabel yang disilang hanya pada nomor 1, 2, 3, dan 6. Penyilangan tersebut disebabkan karena total kabel yang digunakan dalam RJ-45 hanya 6 pin kabel. Bila akan hendak memasang dua unit komputer dalam satu jaringan dengan terminal tidak berupa hub atau switch, maka harus memasang kabel dengan sistem silang. Berikut adalah susunan warna yang berbeda pada ujung yang satu dengan yang lain.


Setelah terpasangnya kabel UTP pada konektor RJ-45, masukkan RJ-45-Male pada slot RJ-45-Female yang telah terpasang pada PC. PC akan memberikan tanda jika kabel telah terkoneksi secara baik dengan PC lain.

Menghubungkan Komputer Pada Jaringan

Berikut urutan langkah untuk menghubungkan komputer dalam jaringan:

1. Masuk Jendela Network

Untuk masuk ke dalam halaman Network, sebelumnya harus masuk ke halaman Control Panel terlebih dahulu. Pada halaman tersebut terdapat berbagai bagian pengelolaan sistem. Berikut langkah-langkah untuk masuk ke jendela network:

1. Masuklah pada desktop, klik Start

2. Pilih menu Settings

3. Klik menu Control Panel, maka akan dihadapkan halaman utama pada Control Panel

4. Setelah itu, klik pada icon Network and Internet Connection dan klik kembali pada icon Network Connection

5. Klik kanan pada Local Area Connection, lalu pilih Properties

2. Memasang Internet Protocol (IP) Address

Setiap komputer harus diberikan alamat pengenal terhadap protokol yang ada agar dapat berhubungan dengan komputer lain dalam jaringan. Perhatikan beberapa langkah berikut:

1. Setelah masuk ke dalam halaman Local Area Connection Properties, pilih menu Internet Protokol (TCP/IP) yang ada pada kolom daftar koneksi.

2. Masuklah ke dalam halaman TCP/IP Properties dengan mengklik tombol Properties

3. Selanjutnya, setting-lah nomor IP dan subnet mask-nya

4. Apabila telah selesai, klik tombol OK

5. Restart komputer untuk mendapatkan hasilnya

3. Mengetes Konfigurasi Jaringan

Setelah komputer mengalami restart, dan IP serta IP address telah terpasang dengan benar, bisa dipastikan komputer telah terhubung dengan komputer lain dalam jaringan. Pemberian nomor IP harus dibedakan antara komputer yang satu dengan yang lain dalam satu jaringan. Jika tidak komputer tidak akan dapat saling berhubungan. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengetes konfigurasi jaringan:

1. Klik Start, kemudian pilih Run

2. Tuliskan “ping

3. Klik OK apabila telah selesai

4. Apabila pemasangan alamat IP benar, komputer akan memberikan pesan “Replay from...”. Sebaliknya bila gagal akan memberikan pesan “Request timed out.”

4. Mengetes Hubungan Jaringan Lain

Setelah pengetesan konfigurasi jaringan pada komputer lokal dilakukan dengan hasil yang menyatakan berhasil, selanjutnya adalah melakukan pengetesan IP komputer lain. Ketiklah pada jendela Run “ping ”, maka komputer akan memberikan pesan “Replay from...”.

5. Memasang Workgroup

Workgroup adalah nama kelompok di dalam sebuah jaringan. Pengelompokkan tersebut akan mempermudah dalam pengorganisasian jaringan komputer dalam jaringan. Untuk membuatnya ikuti langkah-langkah berikut:

1. Klik kanan pada desktop My Computer, kemudian pilih Properties, maka akan masuk pada jendela System Properties

2. Pad jendela tersebut, aktifkan tab Computer Name

3. Untuk melakukan penggantian nama workgroup dan nama komputer, klik tombol Change, setelah dirubah kemudian klik OK

1.4 Kegunaan Jaringan Peer to Peer

Jaringan peer to peer dapat dimanfaatkan sebagai media transfer data atau pertukaran data antarkomputer yang terhubung. Hal ini biasa disebut sharing. Sharing merupakan sebuah kemampuan sistem untuk dapat berbagi data antarkomputer dalam jaringan. Ini menggunakan fasilitas Printer and Sharing. Caranya adalah sebagai berikut:

1. Bukalah program Windows Explorer

2. Klik salah satu folder yang diinginkan untuk diberikan pada komputer jaringan. Kemudian klik kanan, selanjutnya pilih menu Sharing and Security

3. Perhatikan pada kolom Network and Sharing Security. Aktifkan check box yang bertuliskan Share this folder on the network

4. Bila orang lain diperbolehkan untuk merubah, membaca, bahkan menghapus folder tersebut, dapat mengaktifkan check box yang bertuliskan Allow network users to change my files

5. Klik tombol Apply untuk menerapkannya pada sistem dan klik tombol OK apabila telah selesai